Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.....
Didalam postingan kali ini saya akan
berbagi pengalaman pribadi saya dalam mensyukuri nikmat dan karunia yang
telah Allah berikan kepada saya sekaligus mengajak para pembaca blog
saya untuk mensyukuri juga karunia yang telah Allah s.w.t berikan selama
kita hidup didunia.
Begitu banyak anugerah yang Allah curahkan kepada kita tetapi tak
pernah secara sadar kita semua memperhatikannya secara
langsung, terkadang kita lupa berterima kasih kepada Allah s.w.t akan
nikmat dan karunia yang diberikannya karena berbagai alasan ,ada yang di
antara kita banyak kesibukkan atau problem problem dalam kehidupan
sehingga kita tak bisa menyisikan waktu untuk mensyukuri karunia yang telah Allah berikan kepada kita.
Jujur saja saya juga sangat sering melakukannya saya biasanya sibuk
mengerjakan tugas-tugas sekolah yang diberikan oleh guru, tapi setelah
beberapa lama
saya merenung ,saya lebih mementingkan tugas sekolah dari pada
mensyukuri semua karunia yang diberikan Allah. Tapi disaat saya merenung
saya mulai memikirkan begitu besar karunia yang Allah berikan kepada
saya sebagai ciptaan-Nya.
Pernah suatu hari, saya menonton sebuah acara televisi, dakwah Islam
mengenai sholat. Acaranya mungkin sekitar satu jam, dalam dakwah yang
disampaikan ustadz tersebut, ada satu kalimat yang ia sampaikan yang
hingga saat ini selalu saya ingat. Beliau mengatakan "sholatlah sebelum
disholatkan". Mendengar kalimat tersebut, saya takut. Bagaimana tidak?
Sholat yang seharusnya wajib dilakukan lima kali sehari, kadang-kadang
tidak saya lakukan secara sempurna. Semenjak mendengar perkataan ustadz
tersebut, saya mulai berusaha mengerjakan sholat lima waktu tanpa
bolong-bolong. Saya merasa sangat merugi, Allah telah memberikan
karunia-Nya yang amat sangat banyak kepada saya, tapi menjalankan
perintah-Nya saja saya tidak kerjakan dengan baik.
Dalam makan dan minumpun kadang saya lupa untuk mensyukuri ni'mat Allah,
seperti membaca basmalah sebelum makan dan mengucapkan hamdalah setelah
selesai makan. Padahal diluar sana, begitu banyak orang yang untuk
mendapatkan sesuap nasi harus bekerja keras banting tulang untuk makan.
Sedangkan saya yang hanya tinggal makan, tanpa perlu memikirkan cara
mendapatkannya, masih sering lupa untuk mensyukuri ni'mat Tuhan.
Contoh
salah satu karunia yang Allah berikan kepada saya adalah akal dan
otak yang diciptakan Allah untuk manusia, karena tanpa otak dan akal
semunya tidak bisa dilakukan karena berkat otak dan akal yang Allah
berikan saya masih bisa berpikir dengan baik. Saya juga pernah membaca
sebuah buku yang isinya tentang makna mensyukuri karunia Allah s.w.t,
saya membaca buku itu dan setelah saya praktekkan sungguh besar memang
manfaat mensyukuri karunia yang Allah berikan kepada saya. Setiap pagi
disaat terbangun saya selalu mencatat 10 karunia yang Allah berikan
kepada saya, hal itu saya lakukan setiap pagi ,dan saya juga merasakan
keajaiban mensyukuri karunia Allah dan saya juga dapat merasakan
perbedaannya dari sebelumnya saya tidak pernah sekalipun melakukan hal
itu .
Perbedaan itu adalah saya lebih merasa seluruh organ tubuh saya itu
begitu luar biasa ,karena saya mensyukuri bahwa kita diciptakan dengan
sangat luar biasa, kita diberikan Allah berupa akal sehat dan otak
untuk berpikir, kaki yang dapat digunakan untuk berjalan dan menendang, mata yang dapat melihat, organ
organ penting yang didalam tubuh yang begitu luar biasa, bahkan
teknologi tecanggih manapun tak dapat menirunya. Maka dari itu
teman-temakku sekalian marilah mulai dari sekarang kita belajar
mensykuri karunia yang telah Allah s.w.t berikan kepada kita, coba
kalian renungkan dan buatlah catatan 10 karunia Allah berikan kepada
kita tulislah apa saja karunia yang Allah berikan, tulis karunianya dan
berikan sebab apa sajakah yang kita rasakan atas karunia yang diberikan
Allah berikan ,tulislah setiap pagi disaat anda terbangun dan rasakan
perbedaannya .
Sekian Postingan saya kali ini semoga bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari .
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar